LaskarPenaNews.com, Lahat – Menjelang dua tahun masa jabatan Bupati Lahat, Sanderson Syafe’i, SH, menantang pemerintah daerah membuka forum dialog publik yang melibatkan masyarakat secara langsung. Forum tersebut dinilai penting sebagai ruang untuk mengevaluasi realisasi janji politik, mempertanyakan kebijakan, serta mendengar penjelasan pemerintah terkait pembangunan dan pelayanan publik.

 

Menurut Sanderson, masyarakat tidak cukup hanya menjadi penerima kebijakan. Warga juga berhak menyampaikan aspirasi, mempertanyakan program pemerintah, dan memperoleh penjelasan mengenai berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

 

“Warga tidak selalu ingin menyalahkan pemerintah. Masyarakat hanya ingin didengar, mendapatkan penjelasan, dan mengetahui sejauh mana program yang dijanjikan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Sanderson, Jumat (23/10/2026).

 

Ia menilai, forum terbuka dapat menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan strategis, mulai dari realisasi janji politik, pembangunan daerah, pelayanan publik, penggunaan anggaran, hingga persoalan masyarakat yang hingga kini masih membutuhkan penyelesaian.

 

Sanderson menegaskan, kritik dan pertanyaan masyarakat semestinya tidak dipandang sebagai ancaman bagi pemerintah. Sebaliknya, masukan publik merupakan bagian dari kontrol sosial yang diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan secara transparan dan bertanggung jawab.

 

“Kalau ada program yang berhasil, sampaikan kepada masyarakat. Kalau ada kendala, jelaskan secara terbuka. Kalau masih ada kekurangan, mari dibicarakan bagaimana solusinya. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang masuk akal,” tegasnya.

 

Ia berharap, forum dialog tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar memenuhi agenda formal pemerintah. Masyarakat harus diberikan kesempatan menyampaikan persoalan secara langsung, sementara pemerintah berkewajiban menjelaskan capaian program, kendala yang dihadapi, serta langkah konkret untuk menindaklanjuti berbagai masukan.

 

Bagi Sanderson, menjelang dua tahun kepemimpinan Bupati Lahat merupakan momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi secara terbuka. Evaluasi tersebut bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan mengukur sejauh mana program pemerintah berjalan dan apa saja yang masih perlu dibenahi.

 

“Bupati adalah pemimpin seluruh masyarakat Lahat. Karena itu, tidak ada salahnya duduk bersama warga, mendengarkan langsung keluhan mereka, dan menjawab pertanyaan secara terbuka. Pemimpin tidak harus selalu dipuji, tetapi harus bersedia mendengar,” ungkapnya.

 

Sanderson pun berharap Bupati Lahat bersedia menyambut ajakan tersebut dengan membuka ruang dialog yang dapat dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, aktivis, hingga warga yang ingin menyampaikan aspirasi.

 

Menurut advokat muda tersebut, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari dokumen perencanaan, besarnya anggaran, atau program yang disampaikan dalam pidato. Hal yang tidak kalah penting ialah sejauh mana kebijakan pemerintah memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

 

“Pada akhirnya, masyarakat ingin melihat bukti, mendapatkan pelayanan yang baik, dan mengetahui ke mana arah pembangunan Lahat. Dialog terbuka bisa menjadi awal untuk membangun kepercayaan sekaligus mencari jalan keluar atas persoalan yang ada,” pungkas Sanderson.

By admin