LaskarpenaNews.com, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono tidak kasih ampun. Program Makan Bergizi Gratis langsung bersih-bersih.
Sebanyak 833 dapur MBG dibekukan permanen. Kali ini berbeda. Dapur yang disuspend tidak akan dibayar sama sekali.
“Kami telah menemukan ada 833 dapur yang kami suspend per hari ini,” kata Sudaryono dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta.
Rinciannya: 98 dapur di Sumatra, 311 dapur di Jawa-Madura, dan 424 dapur di Kalimantan, Sulawesi, NTT, Bali, Maluku dan Papua.
Alasannya berat. “Dapur yang di-suspend itu terkait higienis, keracunan, kemudian kualitas yang tidak baik, tidak memenuhi standar yang kita inginkan, khususnya terkait higienis dan sanitasinya, kemudian IPAL,” jelas Sudaryono.
“Kalau ini sudah suspend, tutup enggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran,” tegas mantan Wamentan itu.
Bersamaan dengan itu, BGN juga memecat 261 pegawai non-ASN. Terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli. Pemecatan dilakukan setelah terbukti melanggar disiplin.
Tak hanya itu. BGN memproses 9 ASN dan PPPK karena pelanggaran disiplin berat. Dua di antaranya ketahuan main judi online dan mengambil uang program.
“Jangan dipikir ngentit duit sedikit itu, kemudian enggak tahu, tahu. Ya kan sekarang ini informasi mudah, tinggal kirim WA, kita investigasi, orangnya ngaku, maka mohon maaf, demi menyelamatkan yang banyak yang baik, ya harus kita hukum orang-orang yang tidak baik,” ujar Sudaryono.(27/07/2026)
Ada 39 pegawai lain dengan pelanggaran ringan. Mereka akan dimutasi, didemosi, dan diberi sanksi administrasi.
Langkah tegas ini menjadi peringatan. Pengelola dapur MBG wajib patuh standar. Jika tidak, dicoret dan tidak dapat anggaran.
