Laskarpenanews.com, Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyombongkan kemampuan militer negaranya. Ia mengklaim pasukan khusus Israel adalah yang paling hebat dan siap melakukan operasi penyelamatan jika dirinya ditangkap di luar negeri.

 

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu kepada Fox News dalam wawancara khusus. Ia menegaskan pasukan khusus Israel akan turun tangan menjemputnya jika ditahan di negara-negara Eropa.

 

“Saya bertugas sebagai PM selama lima tahun, dan mari kita berikan mereka misi baru,” kata Netanyahu dengan nada sombong. Ia menyiratkan tidak ada negara yang mampu menahan dirinya karena militer Israel dinilai paling kuat. Pernyataan itu disampaikan Netanyahu pada Jumat, (31/7/2026).

 

Pernyataan arogan Netanyahu muncul di tengah pemberitaan mengenai surat perintah penangkapan terhadapnya yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional atau ICC. ICC merilis surat penangkapan terhadap Netanyahu atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Israel terhadap Palestina selama genosida yang berlangsung di Gaza.

 

Wali Kota New York City Zohran Mamdani sebelumnya juga mendesak Presiden AS Donald Trump agar Netanyahu ditangkap dan diserahkan ke ICC saat kunjungan pemimpin Partai Likud itu ke AS. Namun Trump tidak mengindahkan desakan tersebut.

 

AS bukan negara anggota ICC yang meratifikasi Statuta Roma. Berdasarkan Statuta Roma, negara-negara anggota umumnya diwajibkan bekerja sama dengan pengadilan, termasuk melaksanakan surat perintah penangkapan, meskipun penerapan kewajiban tersebut masih menjadi perdebatan hukum dan politik.

 

Sejumlah pemerintah Eropa sebelumnya telah menyatakan akan bertindak sesuai kewajiban hukum internasional jika Netanyahu memasuki wilayah mereka.

 

Netanyahu tidak menjelaskan secara rinci bagaimana operasi penyelamatan tersebut akan dilakukan. Setiap operasi militer yang dilakukan satu negara di wilayah negara lain tanpa persetujuan akan menimbulkan masalah berdasarkan hukum internasional dan dapat memicu perselisihan diplomatik serius.

 

Pernyataan tersebut muncul ketika Netanyahu terus menghadapi pengawasan internasional atas genosida di Gaza dan di tengah perdebatan di beberapa negara tentang bagaimana menanggapi tindakan ICC.

 

Laporan media menyebutkan surat perintah penangkapan telah mempersulit perjalanan luar negeri Netanyahu, sehingga memerlukan pertimbangan cermat mengenai tujuan yang berpotensi memberlakukan surat tersebut.

 

 

Sumber: CNN Indonesia

By admin