Laskarpenanews.com, Tangerang – Musim kemarau mulai memberi dampak di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Sebanyak 12 kecamatan kini masuk dalam kategori waspada kekeringan menyusul rendahnya curah hujan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang. Bupati Tangerang Maesyal Rasyid meminta seluruh camat meningkatkan kewaspadaan serta segera mengambil langkah antisipasi apabila kondisi kekeringan mulai berdampak terhadap masyarakat.
“kami meminta seluruh camat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan berdasarkan informasi dari BMKG,” ujar Maesyal Rasyid, sebagaimana diberitakan Liputan6.com, Minggu (9/8/2026).
Adapun 12 kecamatan yang masuk dalam wilayah waspada kekeringan tersebut yakni Balaraja, Cisoka, Kresek, Kronjo, Mauk, Pakuhaji, Rajeg, Sepatan, Sindang Jaya, Sukadiri, Sukamulya dan Teluknaga.
Wilayah bagian utara Kabupaten Tangerang menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena berdasarkan prakiraan curah hujan yang disampaikan pemerintah daerah, sejumlah wilayah berpotensi mengalami minim hujan.
Pemerintah daerah mengantisipasi sejumlah dampak yang dapat muncul akibat kondisi tersebut. Tidak hanya persoalan ketersediaan air bersih, tetapi juga peningkatan debu, potensi keretakan tanah hingga ancaman kebakaran.
Untuk mengantisipasi kekurangan air bersih, Maesyal meminta segera disiapkan langkah penanganan yang terkoordinasi. BPBD Kabupaten Tangerang diminta menjadi koordinator di lapangan dengan melibatkan PDAM, Pertamina dan instansi terkait lainnya.
Camat juga diminta aktif memantau kondisi masyarakat dan segera melaporkan kepada BPBD apabila ditemukan wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air bersih.
“Apabila terjadi kekurangan pasokan air bersih, segera dilaporkan agar penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” demikian arahan pemerintah daerah.
Di tengah kondisi kemarau, persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah aktivitas pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan.
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah meminta pengawasan terhadap aktivitas tersebut diperketat. Menurutnya, kondisi kemarau dapat meningkatkan risiko api dengan cepat menyebar.
Wilayah Sindang Jaya dan Rajeg disebut menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian terkait aktivitas pembakaran sampah liar.
“Kondisi kemarau membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Saya minta para camat terus melakukan monitoring,” ujar Intan.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah ataupun lahan secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.
Sementara itu, pemerintah daerah menyebut puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Upaya mitigasi juga disiapkan, termasuk rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut akan dilakukan BMKG untuk membantu mengurangi dampak kekeringan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap koordinasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, kecamatan, pemerintah desa serta masyarakat dapat berjalan maksimal sehingga dampak musim kemarau terhadap warga dapat ditekan.
