LASKARPENANEWS.COM, Lahat – Keberadaan Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) di Kabupaten Lahat kembali dipertanyakan. Bukan soal sekadar ada atau tidaknya struktur organisasi, melainkan sejauh mana organisasi tersebut masih menjalankan fungsi dan aktivitasnya di tengah masyarakat.

 

Pertanyaan itu disampaikan Sandeson Syafe’i, anak seorang purnawirawan Polri. Ia menilai, sebuah organisasi yang membawa nama besar keluarga besar insan Bhayangkara semestinya tidak berhenti pada keberadaan struktur atau kepengurusan semata.

 

Menurut Sandeson, KBPP Polri idealnya menjadi ruang silaturahmi bagi keluarga besar Polri, sekaligus wadah untuk melanjutkan nilai-nilai pengabdian para orang tua yang pernah bertugas sebagai anggota Polri.

 

“Kami sebagai anak purnawirawan Polri tentu berharap KBPP Polri tidak hanya tercatat sebagai sebuah organisasi. Harus ada kegiatan, kepedulian dan karya nyata yang dapat dirasakan anggota maupun masyarakat,” ujarnya.

 

Ia mengatakan, pertanyaan mengenai eksistensi KBPP Polri Lahat muncul karena masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai aktivitas organisasi tersebut. Apakah masih aktif menjalankan program, mengalami kevakuman, atau sedang melakukan pembenahan internal.

 

Sandeson menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan untuk menyerang atau menyudutkan individu maupun kelompok tertentu. Sebaliknya, ia menganggap kritik tersebut sebagai bentuk kepedulian agar organisasi yang membawa nama besar keluarga Polri tetap memiliki peran di daerah.

 

“Kalau organisasinya masih ada, mari tunjukkan eksistensinya. Kalau sedang vakum, mari bangkit dan benahi bersama. Jangan sampai nama besar KBPP Polri hanya tinggal nama,” tegasnya.

 

Menurutnya, regenerasi kepengurusan, keterbukaan organisasi serta kegiatan sosial yang konkret menjadi sejumlah hal penting yang perlu diperkuat. Dengan begitu, KBPP Polri Lahat tidak hanya dikenal karena nama dan atribut organisasinya, tetapi juga karena kontribusinya.

 

Ia berharap kepengurusan KBPP Polri di Kabupaten Lahat dapat memberikan penjelasan sekaligus menunjukkan program maupun kegiatan yang telah dan sedang dijalankan.

 

“Kami tidak ingin sekadar bertanya apakah KBPP Polri di Lahat masih ada. Kami ingin melihat organisasi ini hadir, bergerak dan bermanfaat sejajar dengan organisasi lain,” pungkasnya.

 

Pertanyaan mengenai eksistensi tersebut kini menjadi ruang bagi pengurus KBPP Polri Lahat untuk memberikan klarifikasi kepada publik. Sebab, keberadaan sebuah organisasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari papan nama atau struktur kepengurusan, tetapi juga dari seberapa nyata kehadirannya dirasakan anggota dan masyarakat.

By admin