Laskarpenanews.com, Lahat – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Jalan Baru Manggul, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu (15/8/2026).
Kebakaran dilaporkan terjadi di lahan yang berada di sekitar Jalan Baru dekat Polsek Kota. Laporan diterima Posko Siaga Karhutla pada pukul 12.34 WIB dari seorang warga bernama Yuliana Susanti (44).
Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, objek yang terbakar merupakan lahan. Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Petugas menghadapi sejumlah kendala dalam proses pemadaman, di antaranya kondisi angin yang cukup kencang dan berubah-ubah. Kondisi tersebut berpotensi membuat api lebih cepat menjalar ke bagian lahan lainnya.
“Arah angin berubah-ubah, ini salah satu tantangan di lapangan. Kondisi angin cukup kencang dan butuh perjuangan,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Untuk mengendalikan kebakaran, tim gabungan dikerahkan ke lokasi. Penanganan melibatkan personel Damkar Lahat, BPBD, TNI Yonif TP 894/PB, Polsek, serta masyarakat.
Sejumlah kendaraan operasional juga diturunkan, terdiri dari satu unit mobil Damkar BG 9110 EZ, satu unit tangki suplai BG 8070 EZ, satu unit mobil suplai BPBD, serta dua unit mobil Yonif TP.
Total personel yang terlibat dalam penanganan mencapai 28 orang, terdiri dari 10 personel Damkar, 10 personel TNI Yonif TP 894/PB, dua personel Polsek, dan enam personel BPBD.
Tim gabungan melakukan pemadaman sekaligus penyekatan untuk mencegah api meluas. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Berdasarkan laporan penanganan, api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan selesai sekitar pukul 16.25 WIB.
Dengan kondisi cuaca yang panas serta angin yang berubah-ubah, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di kawasan lahan yang mudah terbakar.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran di kawasan Jalan Baru Manggul tersebut masih dalam penanganan dan belum dapat dipastikan.
