Laskarpenanews.com, Lahat — Kondisi jalan nasional di wilayah Kecamatan Gumay Talang, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan. Lebih dari satu bulan setelah permukaan jalan dikupas, hingga Senin (5/10/2026), sejumlah bagian ruas tersebut belum juga kembali diaspal secara menyeluruh.
Permukaan jalan yang telah dikupas menyisakan kondisi tidak rata dan pada beberapa titik terasa tajam. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ruas jalan itu setiap hari dilintasi masyarakat, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga kendaraan angkutan barang.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya, Sanderson Syafe’i, SH, menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kenyamanan, tetapi juga keselamatan masyarakat sebagai pengguna fasilitas publik.
“Kami memahami pekerjaan jalan membutuhkan proses dan mungkin ada kendala teknis. Tetapi ketika permukaan jalan sudah dikupas dan kondisi itu berlangsung lebih dari satu bulan, keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama,” ujar Sanderson setelah meninjau langsung kondisi jalan, Senin (5/10/2026).
Menurut Sanderson, dampak kondisi jalan terhadap masyarakat tidak selalu tercatat dalam bentuk laporan resmi. Kerusakan ban, velg, komponen kendaraan, hingga kecelakaan atau pengendara yang mengalami luka dapat saja terjadi tanpa disertai laporan kepada instansi terkait.
“Bisa saja ada masyarakat yang mengalami kerugian atau bahkan luka akibat kondisi jalan, tetapi tidak semuanya membuat laporan. Tidak adanya data pengaduan bukan berarti tidak ada masyarakat yang dirugikan,” tegasnya.
YLKI Lahat Raya sebelumnya telah menyampaikan keluhan mengenai kondisi tersebut kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Selatan.
Dalam komunikasi pada 28 September 2026, pihak Balai melalui pegawainya menyampaikan bahwa laporan tersebut akan diteruskan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas jalan terkait.
Dalam komunikasi berikutnya, pihak Balai juga menjelaskan adanya kendala pada Asphalt Mixing Plant (AMP) dan menyampaikan bahwa produksi aspal telah kembali berjalan.
“AMP-nya rusak, sekarang sudah mulai produksi. Insyaallah tidak ada halangan, besok mereka bisa tutup,” demikian keterangan yang disampaikan kepada YLKI.
YLKI mengapresiasi respons tersebut. Namun berdasarkan pemantauan hingga Senin (5/10/2026), sekitar satu minggu setelah komunikasi tersebut, belum terlihat penyelesaian pengaspalan pada lokasi yang menjadi perhatian masyarakat.
YLKI: JANGAN TUNGGU KORBAN
Sanderson menegaskan, sorotan tersebut bukan dimaksudkan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan mendorong agar pekerjaan infrastruktur publik tetap memperhatikan aspek keselamatan masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kami tidak ingin ada korban terlebih dahulu baru semua pihak bergerak. Prinsipnya sederhana, keselamatan masyarakat harus dicegah, bukan baru ditangani setelah terjadi kecelakaan,” tegasnya.
YLKI meminta pihak terkait memastikan adanya langkah pengamanan yang memadai selama pekerjaan belum selesai, terutama pada bagian jalan yang permukaannya tidak rata atau memiliki bagian tajam yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Selain itu, YLKI meminta adanya kepastian mengenai waktu dimulainya kembali pengaspalan dan target penyelesaian pekerjaan.
Menurut Sanderson, informasi tersebut penting agar masyarakat mengetahui kondisi pekerjaan sekaligus dapat meningkatkan kewaspadaan saat melintasi lokasi.
“Kalau memang ada kendala teknis, masyarakat tentu bisa memahami. Tetapi masyarakat juga berhak mengetahui kapan pekerjaan akan dilanjutkan dan diselesaikan,” ujarnya.
YLKI Lahat Raya juga mengimbau masyarakat yang pernah mengalami kerusakan kendaraan, kerugian maupun kecelakaan di lokasi tersebut untuk menyimpan dokumentasi dan menyampaikan informasi melalui saluran pengaduan yang tersedia.
Menurut YLKI, laporan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk melihat dampak pekerjaan jalan tidak hanya dari sisi konstruksi, tetapi juga dari aspek keselamatan dan pelayanan publik.
YLKI Lahat Raya berharap pekerjaan jalan nasional di Kecamatan Gumay Talang segera dilanjutkan dan diselesaikan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan.
