JAKARTA, LASKARPENANEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG memprediksi Agustus 2026 akan menjadi puncak musim kemarau terluas di Indonesia. Sebanyak 369 Zona Musim atau 48,84 persen wilayah diprediksi terdampak.
Berdasarkan perhitungan awal Juni 2026, fenomena El Nino masih bertahan hingga awal 2027. Peluang El Nino kategori moderat mencapai 98 persen dan kategori kuat 62 persen. Kondisi ini membuat musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan lebih panjang dari normal.
BMKG menyebut dampak langsung di Indonesia diperkirakan terjadi hingga Oktober 2026. Secara umum, puncak musim kemarau berlangsung pada periode Juli hingga September 2026.
Wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau Agustus 2026 meliputi Sumatera bagian tengah, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.
Sementara Kepulauan Bangka Belitung diprediksi masuk puncak musim kemarau pada September 2026. Pada bulan itu puncak kemarau meluas di 169 Zona Musim atau 25,41 persen wilayah. Daerah lain yang diprediksi mengalami puncak September meliputi sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar NTT, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Pegunungan bagian tengah.
Menghadapi kondisi itu, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Sektor pangan diminta menyesuaikan jadwal tanam dan memakai varietas hemat air. Sektor sumber daya air diminta merevitalisasi waduk dan memperbaiki jaringan air bersih.
BMKG juga meminta PLTA memastikan kapasitas bendungan aman, serta menyiapkan respons cepat terhadap potensi penurunan kualitas udara yang dapat memicu ISPA.
Sumber BMKG
