Foto : Istimewa
JAKARTA, Laskarpenanews.com – Kepala Badan Kepegawaian Negara BKN Zudan Arif Fakrulloh meluncurkan sistem profiling ASN bernama PROASN. Sistem ini disiapkan untuk memetakan aparatur sipil negara yang siap menduduki jabatan mulai eselon 4 hingga eselon 1.
“Sehingga suatu saat nanti kalau ada TNI dan Polri mau masuk ke ASN kami bisa katakan kami calonnya sudah ada, jadi jangan dimasuki dari TNI dan Polri, kita berharap seperti itu,” kata Zudan dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR di Jakarta, Kamis (16/07/2026).
Zudan mengatakan assessment profiling ASN ini digratiskan. Menurutnya anggaran BKN untuk kegiatan itu sudah tidak ada.
“Kami menyiapkan profiling ASN assessment tanpa biaya atau gratis karena memang di BKN anggarannya sudah enggak ada,” ujarnya.
Target BKN pada 2026 adalah memprofiling 600 ribu ASN. Mereka akan dinilai kapasitasnya untuk mengisi jabatan eselon 4, 3, 2, hingga eselon 1 alias direktur jenderal atau deputi di Kementerian dan Lembaga.
Ia mengakui selama ini belum ada skema pemetaan ASN yang layak menjadi pejabat negara. Kondisi itu membuat jabatan sipil kerap diisi aparat non sipil dari TNI maupun Polri.
“Karena kalau sekarang kita ditanya eselon 1 siap semua belum? saya tidak bisa katakan siap, karena datanya belum ada, sehingga dengan profiling ini kita bisa siapkan dengan baik,” tegasnya.
Dengan adanya PROASN, Zudan berharap pengisian jabatan di birokrasi bisa sepenuhnya berasal dari ASN dan sesuai kompetensi.
