Laskarpenanews.com, BANGKA BARAT – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Muntok, Andri Ferly, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sejumlah media online yang menyebut adanya dugaan warga binaan menggunakan telepon seluler (HP) serta melakukan transaksi narkotika dari dalam Rutan Muntok.
Andri Ferly menegaskan, pihaknya telah melakukan penelusuran dan investigasi internal untuk mengecek informasi tersebut. Dari pemeriksaan yang dilakukan, pihak Rutan Muntok menyatakan tidak menemukan adanya transaksi narkotika sebagaimana yang diberitakan.
“Sudah kami lakukan investigasi terkait informasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya transaksi narkotika seperti yang diberitakan,” ujar Andri Ferly, Selasa (29/9/2026).
Mengenai foto warga binaan yang terlihat berada di dalam blok hunian dan beredar dalam pemberitaan, Andri membenarkan bahwa foto tersebut memang diambil di lingkungan Rutan Muntok.
Namun, ia menjelaskan bahwa foto tersebut bukan dokumentasi terbaru. Salah satu foto, kata dia, merupakan dokumentasi petugas kesehatan Rutan Muntok saat melakukan kontrol kesehatan warga binaan di blok hunian sekitar dua bulan lalu.
“Foto tersebut memang berada di dalam rutan. Foto yang terlihat ada jendelanya tersebut adalah foto dari petugas kesehatan rutan sewaktu kontrol kesehatan warga binaan di blok-blok hunian,” jelasnya.
Sementara itu, untuk foto lainnya, Andri menyebut dokumentasi tersebut merupakan foto sekitar tahun 2024 yang diambil oleh seorang warga binaan Rutan Muntok. Warga binaan yang bersangkutan, menurutnya, saat ini sudah tidak lagi menjalani masa pidana karena telah bebas.
“Dan foto satu lagi foto sekitar tahun 2024 diambil oleh warga binaan Rutan Muntok dan yang bersangkutan saat ini sudah bebas,” katanya.
Karutan Muntok juga memberikan penjelasan terkait adanya informasi mengenai bukti transfer yang dikaitkan dengan dugaan transaksi narkotika dari dalam rutan.
Menurut Andri, berdasarkan hasil penelusuran internal dan keterangan dari warga binaan yang disebut dalam pemberitaan, bukti transfer tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas transaksi yang dilakukan dari dalam Rutan Muntok.
“Kami pastikan bukti transfer tersebut bukan berasal dari dalam rutan. Warga binaan yang diberitakan juga sudah kami ambil keterangannya untuk mengetahui fakta sebenarnya,” tegasnya.
Andri juga menyayangkan pemberitaan yang telah dipublikasikan tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Rutan Muntok.
Meski demikian, pihaknya menyatakan tetap menyikapi pemberitaan tersebut secara positif dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan di lingkungan rutan.
“Kami menyayangkan karena sebelumnya tidak ada konfirmasi kepada pihak rutan. Namun, kami tetap menanggapi secara positif dan menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan,” ujar Andri.
Lebih lanjut, Andri mengatakan jajaran Rutan Muntok terus melakukan pengawasan dan penertiban terhadap barang maupun fasilitas yang berada di kamar hunian warga binaan.
Langkah tersebut, kata dia, dilakukan sebagai tindak lanjut terhadap surat dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengenai penegasan pengawasan serta penertiban barang dan fasilitas di kamar hunian.
Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan serta memastikan ketentuan yang berlaku dapat dilaksanakan secara konsisten.
Andri menegaskan, pihak Rutan Muntok berkomitmen melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara berkala terhadap kamar hunian maupun lingkungan rutan.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pihak Rutan Muntok berharap informasi yang berkembang di masyarakat dapat dilihat secara utuh dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan internal serta keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
Rutan Muntok juga menyatakan terbuka terhadap proses klarifikasi dan konfirmasi media sebagai bagian dari upaya menghadirkan informasi yang berimbang kepada masyarakat.Versi ini sengaja menggunakan frasa “pihak Rutan Muntok menyatakan” untuk membedakan klaim hasil investigasi internal dari fakta yang telah diverifikasi secara independen. Ini lebih aman untuk pemberitaan karena posisi bantahan Karutan tetap kuat, tetapi media tidak ikut menyimpulkan bahwa dugaan tersebut pasti benar atau pasti salah.
