Foto : Ist
Laskarpenanews.com, Jakarta– Kementerian Sosial (Kemensos) resmi membuka seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2026 sebanyak 8.180 formasi.
Rekrutmen ini tindak lanjut Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem melalui program Sekolah Rakyat.
Formasi PPPK 2026 terbagi dua kategori. Sebanyak 3.053 formasi untuk Jabatan Fungsional Guru. Rinciannya: Guru Kelas SD 561 formasi, Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi 402 formasi, dan Guru Bahasa Inggris 268 formasi.
Syaratnya, pelamar guru wajib memiliki Pendidikan Profesi Guru (PPG), baik Prajabatan maupun PPG Calon Guru.
Sisanya 5.127 formasi untuk Tenaga Kependidikan (Tendik). Posisi yang dibuka antara lain Wali Asuh, Wali Asrama, Operator Sekolah, hingga Pengelola Keuangan.
Wali Asuh bertugas mengasuh, mendampingi, membina, dan memonitor perkembangan peserta didik di Sekolah Rakyat. Sementara Wali Asrama mengelola kehidupan asrama mulai dari kegiatan sampai pengawasan kedisiplinan siswa.
Gaji PPPK mengacu Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024 yang berlaku sejak 1 Januari 2024.
Lulusan S-1/D-IV Golongan IX digaji pokok mulai Rp3.203.600. Lulusan D-III Golongan VII seperti Operator Sekolah digaji mulai Rp2.858.800. Besaran gaji naik seiring masa kerja dan tunjangan.
Kemensos menetapkan IPK minimal 3,00 untuk guru dan 3,10 untuk Tendik lulusan S-1 sampai D-III.
Pemerintah juga menyediakan tempat tinggal. Pegawai terpilih wajib bersedia kerja sistem sif dan tinggal di lingkungan Sekolah Rakyat, dengan prioritas menempati asrama. Tujuannya biar sistem pendidikan lebih terintegrasi.
Pendaftaran online dibuka 8–14 Juni 2026 lewat portal resmi http://sscasn.bkn.go.id.
Kemensos mengimbau masyarakat waspada penipuan. Seluruh tahapan seleksi PPPK gratis, tanpa dipungut biaya. Jika ada pihak menjanjikan kelulusan dengan imbalan, laporkan. Itu penipuan.
Program ini diharapkan memperkuat kualitas pendidikan nasional sekaligus jadi solusi konkret pengentasan kemiskinan ekstrem lewat pendidikan berkelanjutan.
LaskarPenaNews
