Laskarpenanews.com, Teluk Limau – Semangat kemerdekaan mewarnai kegiatan pawai kemerdekaan yang digelar Pondok Pesantren Sirojul Muttaqien di Desa Teluk Limau, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para santri dan santriwati, ustaz dan ustazah, serta orang tua santri. Pawai berlangsung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Muttaqien, Ustad Dandi Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang memeriahkan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kebangsaan, kebersamaan, dan karakter kepada para santri.
“Tujuan utama kami di sini bukan hanya untuk mencetak ulama yang berakhlak mulia, melainkan juga untuk membentuk pemimpin bangsa yang berkarakter. Kami ingin membuktikan bahwa pesantren adalah tempat yang dinamis dan menyenangkan—tempat di mana ‘Mondok Itu Keren’ adalah sebuah gaya hidup, bukan sekadar pilihan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga mampu berkontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.
Ia berharap dari Pondok Pesantren Sirojul Muttaqien nantinya lahir generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
“Harapan kami, dari pesantren ini akan lahir para sarjana, ilmuwan, dan wirausahawan muslim yang unggul, yang siap berkontribusi aktif untuk kemajuan bangsa Indonesia. Kami ingin santri-santri kami menjadi pelita ilmu dan agen perubahan yang positif di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat para pahlawan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Teluk Limau, Amin Taryudi, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang melibatkan santri, tenaga pendidik, dan keluarga santri tersebut.
Kegiatan pawai diharapkan dapat memperkuat kebersamaan antara lingkungan pesantren dan masyarakat Desa Teluk Limau sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui pendidikan, akhlak, persatuan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
