Laskarpenanews.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memutasi 22 perwira tinggi dan perwira menengah ke sejumlah Polda di luar Pulau Jawa. Mutasi tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026 yang diterbitkan 7 Mei 2026.
Kabid Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddyzon Isir menyampaikan mutasi ini merupakan bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi untuk meningkatkan kinerja serta profesionalisme Polri dalam melayani masyarakat.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Tujuannya untuk penyegaran, pengembangan karier, serta penguatan struktur organisasi agar semakin responsif terhadap dinamika tugas,” ujar Irjen Pol Johnny Eddyzon Isir saat dikonfirmasi, Jumat (29/05/2026).
Mutasi dilakukan 7 Mei 2026 melalui 1 Surat Telegram Kapolri. Sebanyak 22 personel yang dimutasi terdiri dari perwira tinggi dan perwira menengah yang sebelumnya bertugas di berbagai satuan kerja Mabes Polri dan Polda di Jawa.
Beberapa nama yang tercantum dalam telegram antara lain :
1. Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dari Kapolda Kalimantan Utara menjadi Kapolda Sumatera Barat.
2. Brigjen Pol Agus Wijayanto dari Karowabprof Divpropam Polri menjadi Kapolda Kalimantan Utara.
3. Irjen Pol Albertus Teddy Benhard Sianipar dari Pati Bareskrim Polri menjadi Kapolda Kalimantan Barat.
4. Brigjen Pol Agung Budiman dari Danpasbrimob II Korbrimob Polri menjadi Kapolda Maluku Utara.
5. Irjen Pol Edy Murbowo dari Kapolda Nusa Tenggara Barat menjadi Pati Polda NTB.
6. Brigjen Pol Yudi Sulistianto Wahid dari Karorenmin Bareskrim Polri menjadi Kapolda Bengkulu.
Selain itu, terdapat pula mutasi jabatan Wakapolda, Dirreskrimsus, serta jabatan strategis lainnya di Polda Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan wilayah luar Jawa lainnya. Daftar lengkap dimuat dalam telegram resmi.
Kadiv Humas menjelaskan mutasi bertujuan untuk Penyegaran organisasi agar adaptif terhadap tantangan tugas yang dinamis bagi Pembinaan karier personel untuk pengalaman penugasan yang lebih luas serta Penguatan kapasitas Polda di luar Jawa dalam pelayanan, perlindungan, dan pengayoman masyarakat
Proses mutasi mengacu pada aturan internal Polri dan telah melalui mekanisme evaluasi kinerja serta kebutuhan organisasi. Pejabat yang dimutasi diminta segera menyesuaikan dan melanjutkan program prioritas di wilayah tugas baru.
Polri menegaskan komitmennya untuk terus melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan kelembagaan. Tujuannya agar Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya dalam menjaga keamanan serta melayani publik.
