LAHAT, Laskarpenanews.com – Forum Daerah Aliran Sungai Kabupaten Lahat atau FOR DAS Lahat menggelar kegiatan “Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Forum DAS Lahat” selama 2 hari, 20-21 Juli 2026 di Desa Gunung Agung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, pengurus dan anggota FOR DAS Lahat. Turut hadir langsung Pengurus FOR DAS Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh Dr. Ir. Karlin Agustina, http://M.Si, Dr. Chuzaimah, S.P., http://M.Si, Dr. Dewi Meidalima, S.P., M.P, dan Nunik Handayani, http://S.Pd.I.

 

Tujuan kegiatan adalah melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas pengurus, anggota Forum DAS Lahat, serta masyarakat sekitar yang terlibat dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

 

Hari pertama, Senin 20 Juli 2026

Kegiatan diisi dengan pembinaan. Acara dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua FOR DAS Lahat, Ujang Meriansyah, Perwakilan FOR DAS Musi Provinsi Sumsel, Dr. Dewi Meidalima, S.P., M.P, dan Kepala Desa Gunung Agung, Darussalam.

 

Materi pembinaan disampaikan oleh Dr. Ir. Karlin Agustina, http://M.Si dengan moderator Dr. Chuzaimah, S.P., http://M.Si.

 

Hari kedua, Selasa 21 Juli 2026

Dilanjutkan dengan Pelatihan Pembuatan Kompos, Eco Enzim dan Penanaman Pohon Buah. Peserta yang terdiri dari pengurus, anggota dan masyarakat praktik langsung mengolah sampah organik menjadi kompos dan eco enzim bersama Dr. Dewi Meidalima, S.P., M.P dan Dr. Chuzaimah, S.P., http://M.Si.

 

Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunung Agung, Bapak Darussalam menyampaikan bahwa kelestarian alam sangat penting, terutama dalam menjaga sumber daya air.

 

“Kita berharap apa yang didapat dalam kegiatan ini dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Desa kita harus lestari agar air tetap ada untuk anak cucu kita,” ujarnya.

 

Senada dengan itu, Ketua FOR DAS Lahat, Ujang Meriansyah mengatakan kegiatan ini merupakan motor penggerak serta pemicu bagi masyarakat.

 

“Wilayah Desa Gunung Agung sendiri merupakan wilayah pertambangan. Kita harus dapat menyikapi hal ini dengan bijak. Tambang memang motor penggerak perekonomian masyarakat, namun sumber daya alam harus tetap diperhatikan dan dijaga. Karena alam yang terjaga akan menjaga kelestarian sumber daya air yang sangat penting bagi kehidupan manusia,” tegas Ujang.

 

Sementara itu, perwakilan FOR DAS Musi Provinsi Sumsel, Dr. Dewi Meidalima, S.P., M.P mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat diaplikasikan secara langsung dan terus menerus oleh masyarakat.

 

“Kegiatan ini jangan berhenti sampai di sini. Ilmu pembuatan kompos, eco enzim, dan penanaman pohon buah harus dipraktikkan di rumah masing-masing agar bermanfaat ke depannya,” katanya.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon buah bersama pada 21 Juli 2026 pukul 14.30-16.30 WIB yang juga diikuti oleh seluruh pengurus FOR DAS Musi Provinsi Sumsel.

 

Output dari kegiatan ini adalah terjalinnya koordinasi antara Forum DAS Kab. Lahat dan Forum DAS Provinsi Sumatera Selatan, serta terjadinya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengolahan sampah organik.

 

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal masyarakat Desa Gunung Agung untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dengan kelestarian lingkungan demi keberlanjutan sumber daya air.

 

By admin