
Laskarpenanews.com, Belitung Ketidakjelasan regulasi memicu keresahan di Belitung. Sorotan publik kini mengarah ke PT Timah. Sebab BUMN ini selama ini jadi satu-satunya pembeli dan penampung bijih timah dari penambang serta mitra usaha di daerah tersebut.
Beredar kabar, dari sisi operasional dan keuangan PT Timah masih dinilai sanggup menampung hasil tambang timah dan membayar mitra.
Kendati begitu, lantaran RKAB 2026 belum mendapat kepastian, PT Timah wilayah Belitung disebut menghentikan sementara penerimaan kiriman bijih timah dari mitra maupun rekanan CV.
Seorang penambang berinisial “ON” mengaku cemas. Ia khawatir efek domino akan terasa sampai lapisan paling bawah.
Dampaknya bukan hanya ke mitra usaha. Kebijakan stop kirim juga berpotensi kena ke kolektor yang selama ini membantu menampung timah dari warga. Penambang aktif di IUP PT Timah lewat skema SPK Mitra CV juga ikut terdampak.
“Kalau kondisi ini berlarut, yang kena bukan cuma pelaku usaha tambang. Bisa memicu masalah sosial lebih luas di masyarakat yang hidupnya bergantung pada sektor timah,” ujarnya, Rabu (03/06/2026).
Kini warga dan pelaku usaha berharap pemerintah segera memberi kepastian soal RKAB 2026. Tujuannya agar aktivitas serap dan distribusi bijih timah normal lagi, sekaligus mencegah dampak ekonomi dan sosial yang lebih besar.
Bg p3n
