LASKARPENA.COM, SEMARANG – Polrestabes Semarang akhirnya buka suara terkait video viral yang menyebut petugas Komisi Pemberantasan Korupsi `KPK` menyikut, memukul, hingga meludahi Bupati Pati nonaktif Sudewo usai sidang putusan sela di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu [isi tanggal].

 

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok menegaskan, insiden itu murni ketidaksengajaan. Penyebabnya, massa yang memadati halaman pengadilan.

 

> “Tadi dari jalannya persidangan, karena memang massanya banyak, mungkin ada salah satu pihak yang gesturnya memang secara tidak sengaja mengenai Pak Sudewo,” kata Riki, Rabu.

 

*Polisi Amankan Petugas KPK, Tapi Bukan Karena Sengaja*

 

Riki menjelaskan, petugas KPK sempat diamankan. Namun setelah diklarifikasi penyidik, aksi tersebut bukan tindakan berencana.

 

“Itu terlihat seperti mungkin menampar atau menyenggol, betul. Tetapi sudah diklarifikasi dari pihak penyidiknya bahwa itu ketidaksengajaan. Kami juga mencoba mengamankan, karena itu gesturnya tidak murni tindakan sengaja,” jelasnya.

 

Ia membantah keras kabar yang menyebut petugas KPK memukul dan meludahi Sudewo.

 

“Nggak. Itu kan karena memang dalam kerumunan, sehingga di dalam kerumunan itu kan berdesakan orang, sehingga ada beberapa gestur gerakan yang mungkin karena tidak sengaja mengenai badan ataupun anggota tubuh Pak Sudewo,” tegasnya.

 

*Status “Merah”, Sudewo 1,5 Jam di Rantis Brimob*

 

Untuk pengamanan, Polrestabes menerjunkan 140 personel. Ditambah 1 Satuan Setingkat Kompi `SSK` Pasukan Huru Hara `PHH` Brimob Polda Jateng, 1 unit escape Brimob, dan Patwal Polres Pati.

 

Karena kondisi massa tidak terkendali, polisi menaikkan status ke eskalasi “merah”. Sudewo pun dipindahkan dari mobil tahanan ke kendaraan rantis Brimob.

 

“Kendaraan memang sudah disiapkan. Kita dari pihak kepolisian juga mempunyai beberapa tahapan eskalasi keadaan, hijau, kuning ataupun merah,” ucap Riki.

 

“Salah satu dari eskalasi merah ini menyiapkan kendaraan escape untuk mengamankan Pak Sudewo apabila terjadi keadaan yang tidak diinginkan. Karena kondisi massa banyak, Pak Sudewo untuk keselamatan kita amankan ke kendaraan rantis,” lanjutnya.

 

Riki juga meluruskan kondisi Sudewo di dalam rantis. “Mobil rantis sebetulnya di dalam juga ada AC dan tempat duduk. Tidak pengap meski lapis baja untuk melindungi lemparan,” ujarnya.

 

Proses evakuasi sempat sulit karena kerumunan. Polisi akhirnya memecah massa agar rantis bisa keluar.

 

*Jadi Evaluasi, Sidang Berikutnya Diperketat*

 

Ke depan, Polrestabes menjadikan kejadian ini bahan evaluasi. Pengamanan sidang lanjutan Sudewo akan diperketat dengan parameter eskalasi yang lebih jelas.

 

“Ini akan menjadi pembelajaran ke depan. Sidang lanjutannya akan menurunkan personel dan juga membuat tahapan eskalasi hijau, kuning, dan merah,” tuturnya.

 

“Nanti mungkin akan dibuat parameter bagaimana cara mengeluarkan Pak Sudewo dari tempat persidangan, ke depan pasti akan lebih kita perbaiki kembali,” sambungnya.

 

Hingga sidang usai, Riki memastikan tidak ada pendukung Sudewo maupun massa aksi yang diamankan.

By admin